Hotel Imperal


Imperal Hotel


Berjarak 5 menit berkendara dari pusat kota Kendari, Imperial Hotel memiliki kamar-kamar ber-AC dengan kamar mandi pribadi. Menawarkan layanan kamar 24 jam, hotel ini menyediakan antar-jemput bandara gratis dan Wi-Fi gratis di seluruh bangunannya. Imperial Hotel dapat dicapai dalam 10 menit jalan kaki dari area perbelanjaan Wuawua dan 10 menit berkendara dari MTQ Square. Jika Anda lebih memilih untuk mengunjungi pantai, kunjungi Pantai Nambo yang berselang 1 jam berkendara atau Pantai Batugong yang berselang 1,5 jam berkendara dari properti. Bandara Haluoleo dapat dijangkau dengan berkendara 30 menit dari hotel. Bermandikan cahaya hangat, kamar-kamarnya dilengkapi dengan minibar, TV, dan area duduk. Sebuah ketel listrik disertakan di kamar-kamar tertentu. Kamar mandi pribadinya menyediakan fasilitas shower dan perlengkapan mandi gratis. Beberapa kamar mandi dilengkapi dengan bathtub. Menawarkan layanan binatu dan penyewaan mobil dengan biaya tambahan, Imperial Hotel menyediakan fasilitas rapat/perjamuan dan layanan tiket. Tersedia meja depan 24 jam dan koran harian. Kencana Restaurant & Café menyajikan hidangan Indonesia, Barat, dan Cina. Layanan kamar tersedia berdasarkan permintaan.

Alamat Imperal Hotel
Imperial Hotel Kendari
Alamat : Jl. Ahmad Yani, No. 77, Kendari 93117 Sulawesi Tenggara
Telepon : (0401) 3191 222
Fax : (0401) 3195 222

Harga Kamar Hotel Imperial

TYPE OF ROOMRATESMEALS
Harga InternetHarga Publish
RpRp
Superior420.000700.000 ++abf
Deluxe480.000850.000 ++abf
Imperial Suite590.000900.000 ++abf
Executive Suite690.0001.000.000 ++abf

Informasi Tambahan Hotel Imperial

1. Harga kamar diatas berdasarkan per kamar per malam dan sudah termasuk, sarapan pagi untuk 2 orang, dan 21 % pajak pemerintah dan pelayanan.
2. Extra Bed hanya berlaku untuk 1 orang dan sudah termasuk sarapan pagi (maksimal 1 Extra Bed per kamar).
3. Maksimal 1 anak (usia dibawah 5 tahun) tidur sekamar dengan orang tua tanpa tambahan biaya (tanpa sarapan pagi).
4. Harga kamar diatas hanya berlaku sampai 31 Desember 2010
5. Harga kamar diatas hanya berlaku untuk pasar Domestik (Warga Negara Indonesia)

Fasilitas Hotel

  • Umum
  • Ruangan ber-AC
  • Wifi ditempat umum
  • Wifi gratis disemua kamar
  • Antar jemput bandara
  • Persewaan mobil
  • Tempat parkir mobil
  • Layanan binatu (Laundry)
  • Recepsionist 24 jam
Kegiatan
  • Spa
  • Gym / Pusat Kebugaran



Lokasi Hotel Imperial

Hotel Horisin Kendari


Hotel Horison Kendari

Hotel Horison Kendari berjalan seiring dengan perkembangan jaman, bisnis perhotelan di Indonesia juga maju pesat. Jejaring perhotelan raksasa dunia banyak mempercayakan Indonesia sebagai lokasi pengembangan bisnis mereka.Di seluruh penjuru Indonesia khususnya di kota-kota besar tidak lagi sulit mencari pilihan hotel berbintang. Tinggal anda yang menentukan hotel mana yang sesuai dengan keperluan anda, apakah untuk melakukan perjalanan bisnis, kepentingan korporat, liburan keluarga atau berbulan madu romantis. Fasilitas hotel-hotel berbintang Indonesia juga semakin ketat berkompetisi dalam mengakomodasi tiap kebutuhan dan keinginan kustomer. Dari fasilitas MICE, akses wi-fi, ball room. Juga mengunggulkan keunikan dan pesona tersendiri tanpa meninggalakan kecanggihan serta profesionalitas pelayanan yang berbungkus senyuman ramah. Lokasi mereka yang biasanya terletak di area strategis, hingga mempermudah anda menjangkau pusat perkantoran, area komersil, niaga serta hiburan. Nuansa yang ditawarkan pun semakin beragam dan menarik seperti nuansa Mediterania, Timur Tengah, gaya klasik Eropa, paduan unsur modern dan tradisional, gaya minimalis, bahkan yang funky dan unik pun dapat anda dapatkan.
Voucher Hotel murah merupakan solusi untuk dapat tetap menikmati fasilitas Hotel di Kendari dengan harga terjangkau. Khususnya bagi pasangan muda yang berbulan madu, dapat menghubungi Kendari travel untuk memperoleh pengalaman indah yang tak terlupakan.

Alamat Hotel Horison Kendari

Jalan Ahmad Yani Nomor 3 Kendari Sulawesi Tenggara. Nomor Telpon 0401-3127999. Hotel Horison Kendari bintang 3.5 menawarkan kenyamanan kepada Anda baik untuk bisnis maupun berwisata di Kendari. Hotel ini menawarkan standar pelayanan dan fasilitas yang tinggi, yang sesuai dengan kebutuhan individu semua tamu.

Harga Kamar Hotel Horison Kendari

TYPE OF ROOMRATESMEALS
Harga InternetHarga Publish
RpRp
Superior520.000800.000 ++abf
Deluxe570.000950.000 ++abf
Junior Suite770.0001.000.000 ++abf
Executive Suite1.250.0001.500.000 ++abf

Informasi Tambahan Hotel Horison Kendari

1. Harga kamar diatas berdasarkan per kamar per malam dan sudah termasuk, sarapan pagi untuk 2 orang, dan 21 % pajak pemerintah dan pelayanan.
2. Extra Bed hanya berlaku untuk 1 orang dan sudah termasuk sarapan pagi (maksimal 1 Extra Bed per kamar).
3. Maksimal 1 anak (usia dibawah 5 tahun) tidur sekamar dengan orang tua tanpa tambahan biaya (tanpa sarapan pagi).
4. Harga kamar diatas hanya berlaku sampai 31 Desember 2010
5. Harga kamar diatas hanya berlaku untuk pasar Domestik (Warga Negara Indonesia)

FASILITAS HOTEL
  • Umum
  • Ruangan ber-AC
  • Coffee shop
  • Penata rambut
  • Lift
  • Internet umum
  • Layanan kamar
  • Aman
  • Pusat bisnis
  • Petugas hotel
  • Check-in awal

Kegiatan
  • Gym / Pusat kebugaran
  • Kolam renang
  • Spa

Lokasi Hotel Horison Kendari



Taman Laut wakatobi


Taman Nasional Wakatobi , Taman Nasional Wakatobi merupakan salah satu dari 50 taman nasoinal di Indonesia, yang terletak di kabupaten Wakatobi,Sulawesi Tenggara. Taman nasional ini ditetapkan pada tahun 2002, dengan total area 1,39 juta ha, menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang; yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Kedalaman air di taman nasional ini bervariasi, bagian terdalam mencapai 1.044 meter di bawah permukaan air laut

Terumbu karang
Di taman ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut yang memiliki 25 buah gugusan terumbu karang. Gugusan terumbu karang dapat dijumpai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai. Adapun jenis karang tersebut di antaranya:
  • Acropora formosa
  • Hyacinthus
  • Psammocora profundasafla
  • Pavona cactus
  • Leptoseris yabei
  • Fungia molucensis
  • Lobophyllia robusta
  • Merulina ampliata
  • Platygyra versifora
  • Euphyllia glabrescens
  • Tubastraea frondes
  • Stylophora pistillata
  • Sarcophyton throchelliophorum
  • Sinularia spp.

Ikan[sunting | sunting sumber]

Ikan Napoleon berenang di terumbu karang
Di samping keindahan yang disajikan oleh beraneka ragam terumbu karang, taman tersebut juga memiliki ragam spesies ikan. Kekayaan jenis ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan konsumsi perdagangan dan ikan hias di antaranya:
  • Argus bintik (Cephalopholus argus)
  • Takhasang (Naso unicornis)
  • Pogo-pogo (Balistoides viridescens)
  • Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus)
  • Ikan merah (Lutjanus biguttatus)
  • Baronang (Siganus guttatus)
  • Amphiprion melanopus
  • Chaetodon specullum
  • Chelmon rostratus
  • Heniochus acuminatus
  • Lutjanus monostigma
  • Caesio caerularea

Satwa lain[sunting | sunting sumber]

Di Taman Nasional Wakatobi, terdapat juga beberapa jenis burung laut seperti:
  • Angsa-batu coklat (Sula leucogaster plotus)
  • Cerek melayu (Charadrius peronii)
  • Raja udang Erasia (Alcedo atthis)
Terdapat juga tiga jenis penyu yang sering mendarat di pulau-pulau yang ada di taman nasional yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea).

Rute
Ke lokasi Taman Nasional Wakatobi, sebaiknya melalui Bau-bau, kemudian  ke Lasalimu menggunakan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh sekitar dua jam. selanjunya ke Pulau Wangi wangi – Wanci (Ibu Kota Kabupaten Wakatobi) perjalanan ditempuh menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan.
Pulau Wangi-wangi ini adalah Pintu Gerbang Taman Nasional Wakatobi.
Ke Pulau Kaledupa, dari Wangi-Wangi, menuju Pulau Kaledupa dengan sebuah kapal pinisi.
Ke Pulau Hoga , dari Pulau Kaledupa menyeberang ke Pulau Hoga perjalanan sekitar 30 menit
Ke Pulau Tomia, dari Pulau Kaledupa ke Pulau Tomia perjalan sekitar 3 jam. 

Pulau Bukori



Pulau Bokori merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di depan Tanjung Soropia, Kecamatan Soropia, Sulawesi Tenggara. Untuk mencapainya, kamu bisa memulai perjalanan dari pusat Kota Kendari dengan waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan menuju perkampungan Bajo, Kecamatan Sorobia. Setelah itu, kamu masih harus menyewa perahu nelayan. Waktu tempuhnya sekitar 3 jam perjalanan. Harga sewa per-perahu dipatok dengan harga Rp. 400.000,00 – Rp. 500.000,00 (kapasitas 15 orang penumpang). Ohya, besar kecilnya harga ditentukan dari caramu menawar, ya! Sesampainya di Pulau Bokori, kamu akan menemukan sebuah perkampungan milik nelayan setempat yang banyak tersebar di wilayah ini. Dan uniknya lagi, rumah-rumah milik nelayan tersebut didirikan di atas air, sehingga membentuk sebuah pemandangan yang begitu memesona jika dilihat dari sebuah bukit yang ada di sini. Intinya, kamu gak akan nyesel deh jika berkunjung ke pulau ini.

Fasilitas di Pulau Bokori

Sebuah tempat yang indah jika tak di lengkapi dengan fasilitas yang lengkap tentu tidak akan memberikan kenyamanan, maksud hati mau melepaskan penat malah jadi repot karena keterbatasn fasilitasnya itu, lagi-lagi jika bicara tentang cewe cantik, jika cewe cantik nya jarang diperhatikan, skillnya biasa-biasa aja tentu tidak banyak yang melirik kan…,Nah tinggal kita gimana caranya agar tampilannya lebih indah.

Seperti inilah yang mungkin coba dikembangkan di pulau ini, pulau yang kecil ini kini telah di lengkapi dengan sebuah dermaga sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal dan tentu juga fasilitas lainnya seperti cottage (villa) dan air bersih yang dapat di sewa.

Tips Jalan-jalan Ke Pulau Bokori

  1. Kalau cuaca sedang cerah-cerah sebaiknya berangkatnya agak siangan aja gpp.. kemungkinan besar kamu bakal dapat sunset yang keren;
  2. Harga sewa Kapal lebih murah jika kamu rombongan
  3. Kalau mau nginap monggo, Pulau Bokori sudah lengkap fasilitas cottage nya
  4. Bagi yang suka berteriak ketika cuaca panas, jangan lupa bawa payung dan #sunblock #panas

Benteng Istana Buton


Benteng Keraton Buton merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Benteng ini merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur/gunung. Benteng yang berbentuk lingkaran ini dengan panjang keliling 2.740 meter. Benteng Keraton Buton mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan september 2006 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektare.

Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Karena letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Dari tepi benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh anda dapat menikmati pemandangan kota Bau-Bau dan hilir mudik kapal di selat Buton dengan jelas dari ketinggian,suatu pemandangan yang cukup menakjukkan. Selain itu, di dalam kawasan benteng dapat dijumpai berbagai peninggalan sejarah Kesultanan Buton.
Tempat 

Benteng Keraton Wolio ini terdapat di Kota Baubau, pulau Buton, Sulawesi Tenggara

Daya tarik 

Dari pinggir benteng yang hingga sekarang ini masihlah berdiri kokoh anda bisa nikmati panorama kota Bau-Bau serta hilir mudik kapal di selat Buton dengan terang dari ketinggian, satu panorama yang cukup menakjukkan. Diluar itu, didalam lokasi benteng bisa didapati beragam peninggalan histori Kesultanan Buton.

Apabila bertandang ditempat ini, pertama anda bakal lihat disisi kanan pintu gerbang benteng itu yaitu Masjid Agung Wolio yang mempunyai nama lain Masjid Al Muqarrabin Syafyi Shaful Mu’min. Masjid yang telah berusia 300 th. ini masihlah aktif dipakai sampai saat ini, terlebih waktu Salat Jumat.

Di depan masjid, ada juga aula kesultanan yang umum dipakai untuk aktivitas kesultanan. Yang barusan berjalan yaitu ritual Sokaiana Pau Laki Walio, atau pengumuman nama sultan yang baru. Ritual ini tidaklah terlalu ramai di banding yang ada pada dua minggu sesudah pengumuman nama sultan.

Di Mesjid ada tiang bendera Kesultanan Buton yang menjulang disisinya. Semuanya pewaris histori lisan di Buton setuju kalau tiang bendera kayu itu telah berumur sekitaran empat era lamanya.

Tak jauh dari mesjid agung ini anda bisa menginjakkan kaki ke malige (mahligai Kesultanan Buton) yang berdiri anggun di pertengahan kota Baubau. Tempat tinggal kebiasaan itu asli oleh-oleh arsitektur tradisional Buton, yang disebut panggung berjenjang serta bertingkat tanpa ada memakai pasak sebagai perangkainya.

Banyak objek menarik yang dapat anda saksikan didalam benteng Keraton Wolio itu. seperti batu Wolio, batu popaua, masjid agung, makam Sultan Murhum (Sultan Buton pertama), Istana Badia, serta meriam-meriam kuno. Batu Wolio yaitu satu batu umum berwarna gelap. Besarnya lebih kurang sama juga dengan seekor lembu tengah duduk berkubang. Konon, di sekitaran batu berikut rakyat setempat temukan seseorang putri jelita bernama Wakaa-Kaa yang disebutkan datang dari Tiongkok. apabila anda menjelajahi lebih jauh dalam keraton ini, Di salah satu kamar Kamali (istana) Badia, masihlah di kompleks keraton, ada meriam bermoncong naga. Meriam bersimbol naga itu dibawa leluhurnya Wakaa-kaa dari Tiongkok sekitaran 700 th. silam. Meriam itu masihlah mempunyai peluru serta masihlah dapat diledakkan. ada Kamali Badia yang seperti tak kian lebih tempat tinggal konstruksi kayu khas Buton seperti tempat tinggal anjungan Sultra di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Sesuai sama kebiasaan, tempat tinggal atau istana Kesultanan Buton mesti di buat keluarga sultan dengan cost sendiri.

Bangunannya terdiri atas susunan batu gunung bercampur kapur dengan bahan perekat dari bebrapa supaya, semacam rumput laut. Luas semua kompleks keraton yang dikitari benteng mencakup 401. 911 mtr. persegi. Ruang yang sekian luas itu menaklukkan benteng terluas didunia terlebih dulu yang ada di Denmark. Arsitek bangunan ini mempunyai bentuk yang cukup unik serta menarik yang terbuat dari batu kapur/gunung. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang namakan Lawa serta 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Lantaran letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal sangat mungkin tempat ini sebagai tempat pertahanan paling baik di jamannya.

Pada saat kejayaan pemerintahan Kesultanan Buton, keberadan Benteng Keraton Buton berikan dampak besar pada eksistensi Kerajaan. Dalam kurun saat kian lebih empat era, Kesultanan Buton dapat bertahan serta terlepas dari ancaman musuh. Dari pinggir benteng yang hingga sekarang ini masihlah berdiri kokoh anda bisa nikmati panorama kota Bau-Bau serta lihat hilir mudik kapal di selat Buton dengan terang dari ketinggian Semasing pintu gerbang mempunyai ciri khas yang sama yakni dengan meriam serta bangunan seperti bungalow. Dari situ, anda dapat lihat kecantikan Buton dari ketinggian. Perumahan yang tersusun sedemikian rupa, dilengkapi dengan pohon-pohon serta laut menghampar dari kejauhan.

Benteng ini luasnya meraih 23, 375 hektar dengan panjang keliling 2, 7 km. Benteng ini mempunyai 12 pintu gerbang dengan satu pintu tersembunyi yang konon jadi tempat persembunyian Arung Palakka. Satu diantara pintu yang populer ada di dekat Masjid Agung Walio serta di aula kesultanan.

Bila anda Berkeliling di benteng ini kurang satu hari, bila anda mendatangi tiap-tiap tempat wisata yang ada disana. Semasing pintu gerbang menghidangkan panorama yang indah, anda dapat lihat seperti apa tempat tinggal tradisional Buton, komplit dengan sebagian orang-orang yang kenakan pakaian tradisional.

Fasilitas 

Ada showroom di Dewan Kerajinan Nasional Sultra yang ada di depan lorong Transito atau ke toko Souvenir Bravo di depan Hotel Imperial Wua-Wua yang bisa Anda jumpai seperti tenunan khas Buton serta kerajinan perak. Ada sekira 100 type kain tenunan khas Buton yang terwujud dari tangan-tangan trampil orang-orang Buton. Apabila anda menginginkan bermalam anda dapat ke kota bau-bau yang menyediaakan sebagian penginapan.

Transportasi 

Dari Makassar ke Kota Baubau serta untuk menuju ke kota ini anda dapat naik Pesawat Express Air yang beroperasi 2 kali satu hari atau Pesawat Wings Air yang beroperasi setiap hari, atau anda dapat pula naik kapal PELNI yang beroperasi 28 kali satu bulan serta kapal cepat 2 kali satu hari dengan rute Bau-Bau – Raha – Kendari.

Anjuran & Panduan 

Berkelilinglah ketika pagi hari atau sore hari. Bawalah minum lantaran benteng ini begitu luas, kurang sehari untuk anda untuk mengelilinginya.
SEJARAH KOTA KENDARI
SULAWESI TENGGARA

Mungkin ada yang masih asing dengan kota satu ini. Perkenalkan, namanya Kendari, Kota Kendari. Ini adalah kota di mana Tarian Lulo ditarikan, sagu diolah menjadi sinonggi dan kapurung, serta ubi dan jagung masih menjadi makanan pokok di beberapa daerah. Tulisan ini akan membahas sejarah singkat terbentuknya Kota Kendari. Walaupun saat ini Kendari adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), namun pada awalnya Kendari hanyalah sebuah kabupaten. Pada tahun 1938, ibu kota Sultra adalah Bau-Bau. Bau-Bau berlokasi di Pulau Buton yang juga merupakan ibu kotanya hingga saat ini. Nanti pada tahun-tahun berikutnya, ibu kota akhirnya dipindahkan ke Kendari.
Ternyata, asal nama Kendari berawal dari kesalahpahaman. Jadi begini ceritanya. Dulu, ada seseorang yang bertanya pada nelayan setempat, “Apa nama kampung ini?” Si nelayan menjawab, “Kandai.” Usut punya usut, pendengaran si nelayan saat itu sedang kurang bersahabat. Ia mengira kalau orang itu menanyakan apa nama alat yang sedang dipegangnya. Memang saat itu si nelayan sedang memegang kandai. Kandai berasal dari bahasa Tolaki yang berarti alat dari bambu atau kayu yang dipergunakan untuk menolak/mendorong perahu di tempat yang airnya dangkal. Zaman sekarang istilah kandai lebih dikenal sebagai dayung. Tapi kandai dan dayung sesungguhnya berbeda. Kandai sudah ada jauh sebelum dayung ditemukan. Namun nelayan-nelayan saat ini lebih sering menggunakan perahu layar atau perahu mesin untuk melaut. Akibat kesalahpahaman itu, atau lebih tepatnya ketidakpahaman itu, kampung tersebut disebut Kampung Kandai (Treffers, 1914). Walaupun sudah lama sekali, tapi kampung ini masih ada loh, namun namanya sudah berubah menjadi Kelurahan Kandai yang berada di bekas awal pusat Kota Kendari yang terletak di wilayah Kecamatan Kendari a.k.a. Kota Lama. Selanjutnya dalam berbagai literatur yang ada, nama Kandai berubah menjadi Kandari atau Kendari.
Vosmaer, seorang Belanda, pada tahun 1831 tiba di Kendari. Teluk yang sekarang terkenal dengan nama Teluk Kendari dulunya dikenal dengan sebutan Teluk Vosmaer. Tahu kan, bangsa Eropa sangat gemar memberi nama tempat penjelajahan mereka dengan nama mereka. Teluk Vosmaer dalam bahasa Belanda disebut Vosmaer’s Baai. Berakhirnya ekspedisi Vosmaer di Kendari juga mengakhiri nama Teluk Vosmaer, yang kemudian diganti menjadi Teluk Kendari. Di sebelah utara Teluk Kendari, banyak bermukim orang Bajo dan Bugis/Makassar. Perlahan-lahan tapi pasti, dan memang pasti, pemukiman tersebut berkembang menjadi pusat kota yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Kota Kendari. Sebelum bercerita lebih jauh, siapa tahu ada yang mempertanyakan perihal orang Bajo dan Bugis/Makassar yang bermukim di Kendari. Admin mau jawab nih.. mimin baik kan, belum ditanya sudah menjawab.. hehe… Jadi, Sulawesi Tenggara dulunya masih merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi yang beribukotakan di Ujung Pandang (Makassar). Namun penduduk yang tinggal di bagian Sulawesi Selatan dan Tenggara mendesak pemerintah untuk memisahkan diri. Berkat Peraturan Pemerintah tentang Pembentukan Daerah Otonom setingkat kabupaten, terbentuklah Provinsi Sulawesi Selatan Tenggara (Sulselra), yaitu Ujung Pandang, Bonthain, Bone, Pare-Pare, Mandar, Luwu, dan Sulawesi Tenggara. Selanjutnya Sultra kembali memisahkan diri sehingga berdiri sebagai satu provinsi seperti yang ada saat ini. Kembali ke masalah Teluk Kendari. Masalahnya belum kelar-kelar kok. Kota Dagang, Pelabuhan dan Pusat Kerajaan.
Teluk Kendari selanjutnya berkembang menjadi pelabuhan transito bagi para pedang. Orang Bajo dan Bugis/Makassar menjadi saksi hidup sejarah kota ini. Selain mereka, juga terdapat suku asli Kendari, Suku Tolaki, yang bermukim di Abeli, Lepo-Lepo, dan Puwatu. Pada akhir abad ke-18, para pelayar Bajo dan Bugis mulai melakukan aktivitas perdagangan dengan Suku Tolaki. Mereka pun membangun pemukiman di sekitar Teluk Kendari pada awal abad ke-19. Barang-barang di pelabuhan di Teluk Kendari selanjutnya dikirim ke Makassar dan kawasan Barat Nusantara sampai ke Singapura dan Malaysia. Nah, nanti pada awal abad ke-20, etnis Buton, Muna, Torete, dan Tokapontori mulai bermunculan dan ikut bermukim di wilayah utara Teluk Kendari.
Nah, selain kota pelabuhan dan dagang, dulu Kendari juga terkenal sebagai kota pusat kerajaan. Raja yang berkuasa saat itu adalah Raja Ranomeeto yang bernama Lakina Laiwoi, di kerajaannya, Kerajaan Laiwoi. Menurut catatan Vosmaer (1839), istananya dibangun di sekitar Teluk Kendari pada awal abad ke-19 atau kira-kira tahun 1832. Kalau kita menarik benang merah, maka dapat disimpulkan bahwa Kota Kendari sudah berusia sangat tua, yaitu 175 tahun. WOW!
Inilah sedikit dari sejarah terbentuknya Kota Kendari. Namun sejarah Kendari tidak hanya berhenti sampai di sini. Terlalu banyak cerita jika hanya ingin mengungkapkan sejarah kota yang dijuluki ‘kota bertakwa’ ini. Dibutuhkan berlembar-lembar kertas untuk menuliskan keindahan sejarah kota ini. Eits, jangan salah, sebagai kota pusat kerajaan, Kendari juga tidak lepas dari peran para pahlawan-pahlawannya seperti Halu Oleo dan Lakilaponto. Nah, kalau membahas mereka lagi, maka sejarah Kendari tidak akan berhenti sampai di sini. Karena sudah tahu, kita sebagai pemuda-pemudi harus melestarikan sejarah Kota Kendari.